Google Search

Sekilas Info

20-21 November 2017 akan diadakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer Tahap I bagi kelas IX. Persiapkan diri kalian...terus belajar dan semoga sukses..

 

link youtube : https://www.youtube.com/user/SMPN1BABADAN

Buku Tamu

* isikan name dengan nama terang (dan kelas untuk peserta didik SMP N 1 Babadan), tinggalkan pesan membangun kemudian klik "Post" untuk mengirim pesan

Calendar Clock

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Powered By therelax.com
Kurikulum 2013 Dijalankan Bertahap

Jakarta, Kemendikbud --- Evaluasi Kurikulum 2013 yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dijadwalkan selesai November 2015. Setelah dievaluasi, kurikulum ini akan dilaksanakan secara bertahap Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Selasa (27/01/2015).

Mendikbud mengatakan, implementasi Kurikulum 2013 dimulai dari tahun ini dengan jumlah sasaran sebanyak 6.221 sekolah. “Tahun ini tiga persen sekolah yang menerapkan,” katanya.

Setelah mulai diimplementasikan tahun ini, 15 persen sekolah juga akan ikut menerapkannya di 2016, 45 persen di 2017, dan 100 persen di 2018. “InsyaAllah 2018 semua sudah menerapkan,” tuturnya.

Mendikbud mengatakan, selama perjalanan bertahap, Kemendikbud akan terus mendampingi sekolah-sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 ini. Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), kata dia, memiliki kontrol kepada 6.221 sekolah tersebut lewat dapodik. Dengan dapodik, setiap ada koreksi yang harus disampaikan kepada sekolah, Puskurbuk tahu kemana harus menghubungi sekolah.

Mendikbud menjelaskan, sistem yang terdapat dalam dapodik memungkinkan sekolah untuk tertib. Karena dalam menu yang disediakan di dapodik, hanya 6.221 sekolah yang ditunjuk yang bisa mengisi data dengan menu Kurikulum 2013. Sedangkan sekolah yang lainnya hanya bisa mengisi menu dengan Kurikulum KTSP.

Mendikbud meminta agar sekolah yang belum ditunjuk sebagai sekolah uji coba untuk tetap melaksanakan KTSP. “Ini bukan masalah dilarang menerapkan. Tapi kita mau evaluasi dan ujicoba dulu. Setelah ujicoba selesai, jadi rintisan. Sekolah lain belajar dari sekolah rintisan ini,” katanya. (Aline Rogeleonick)

sumber : http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/3777