Google Search

Sekilas Info

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

SMP NEGERI 1 BABADAN

TAHUN PELAJARAN 2019/2020

 

Pendaftaran (27 - 29 Mei 2019)

Seleksi dan Pengolahan Berkas (27 - 29 Mei 2019)

Pengumuman (29 Mei 2019)

Daftar Ulang (18-20 Mei 2019)

Awal Pembelajaran Tahun Pelajaran Baru 2019/2020 (15 Juni 2019)

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (15 - 17 Juni 2019)

 

link youtube : https://www.youtube.com/user/SMPN1BABADAN

link Instagram : https://www.instagram.com/eszaba.adiwiyata.berhias/

link Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100007576665329

 

Buku Tamu

* isikan name dengan nama terang (dan kelas untuk peserta didik SMP N 1 Babadan), tinggalkan pesan membangun kemudian klik "Post" untuk mengirim pesan

Calendar Clock

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Powered By therelax.com
Wapres: Anggaran Pendidikan untuk Siapkan Generasi Penerus

Depok --- Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono meminta agar anggaran 20 persen untuk fungsi pendidikan digunakan sebaik-baiknya, untuk menyiapkan generasi penerus bangsa. "Jangan dibocor-bocorkan. Jangan diutik-utik. Gunakan semestinya untuk menyiapkan generasi penerus,” ujarnya saat memberi arahan kepada para peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Bojongsari, Depok, Selasa (28/02). Turut hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Menurut Boediono, anggaran 20 persen kalau dilihat dari tanggung jawabnya, tidak banyak. Namun, sangat erat kaitannya dengan tugas penting yang diemban. “Kita mesti mengelola sebaik-baiknya setiap rupiah untuk pendidikan yang sebaik-baiknya," tutur Boediono.

Wapres menggarisbawahi tiga hal yang dipercaya sebagai  hukum  kemajuan bangsa yakni kualitas sumber daya manusia, generasi pengganti lebih baik dari yang diganti, dan pendukung sumber daya manusia yang berkualitas yaitu kesehatan dan pendidikan. "Kalau generasi pengganti lebih rusak, bangsanya akan mundur," katanya.

Dulu, kata Boediono, guru bukanlah profesi untuk mencari kekayaan tapi murni untuk mengekspresikan keinginan hati menyebarkan ilmu dan kearifan. Walau demikian, bukan berarti negara mengabaikan kesejahteraan guru. Dukungan negara sangat jelas bagi para guru. Mereka diberi prioritas untuk meningkatkan kualitasnya, dan diberi tunjangan profesi. Sebaliknya, Wapres meminta agar guru jangan melupakan tanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa. (AR)

http://118.98.223.68/kemdikbud/berita/196